Ternyata, Google Glass Belum Tamat

Google sudah menghentikan penjualan kacamata pintar Glass buatannya, tapi ini tak berarti proyek tersebut berakhir. Kali ini Executive Chairman Google Eric Schmidt menyatakan kelanjutan proyek tersebut benar-benar ada.

“Ini adalah platform yang besar dan sangat penting bagi Google. Kami menghentikan Explorer Program dan media mencampuradukkannya dengan keputusan menghentikan seluruh proyek, padahal hal itu tidak benar,” ujarnya.

“Google selalu mengambil risiko dan tidak ada langkah penyesuaian Glass yang mengindikasikan kami menghentikan proyek itu,” imbuh Schmidt.

Dia juga mengatakan, Glass bagi mereka sama pentingnya dengan proyek mobil otomatis. Keduanya merupakan proyek jangka panjang yang memang tidak akan terwujud dalam waktu dekat.

“Mereka seperti mengatakan, mobil otomatis itu mengecewakan karena sekarang belum bisa saya pakai. Hal seperti ini tidak bisa diwujudkan dengan cepat,” terang Schmidt, seperti dikutip KompasTekno dari Wall Street Journal, Selasa (24/3/2015).

Sejak Januari 2015, Google telah mengeluarkan Glass dari laboratorium eksperimen Google X. Glass menjadi unit yang berdiri sendiri, tetap dengan Ivy Ross sebagai kepala tim.

Sebagai tambahan, Google menugaskan Tony Fadell untuk mengawasi strategi proyek kacamata pintar itu. Fadell selama ini diketahui mengepalai Nest (perusahaan yang telah diakuisisi Google) yang berusaha mengembangkan inovasi untuk rumah pintar.

Selang sebulan setelah ditutupnya proyek Glass pertama muncul desas-desus mengenai Glass 2. Bahkan, ada beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya memberikan informasi mengenai hal ini kepada media 9to5Google.

Informasi itu mengklaim bahwa Google telah berkali-kali menunjukkan purwarupa Glass 2 kepada rekanan yang tergabung dalam Glass at Work. Raksasa internet itu memamerkan Glass 2 sejak Oktober 2014, sebelum penutupan proyek pertamanya.

Lebih dari itu, klaim sumber tersebut, setelah proyek diserahkan pada Tony Fadell pun mereka masih menunjukkan purwarupa Glass generasi kedua. Sayangnya, kabar yang muncul Februari lalu ini belum jelas membuktikan purwarupa tersebut memang model baru atau hanya sekadar model lama yang diklaim baru.