Game dari Ungaran Bantu Anak Berkebutuhan Khusus

Dreamlight World Media melalui divisi “Bagus Game” meluncurkan aplikasi game Android untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Studio Dreamlight Jalan Ki Sarino Mangun Pranoto 18, Ungaran, Senin (23/3/2015).

Peluncuran aplikasi Android dan game ABK tersebut merupakan bagian dari gerakan kampanye “Everyone is Special” yang digagas Dreamlight sejak November 2014, sebagai bentuk dan tanggungjawabnya pada kalangan berkebutuhan khusus, terutama anak-anak.

“Peluncuran ini sebagai lanjutan tahun kemarin dan tujuannya untuk membuat sebuah gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran semua pihak terkait dengan ABK,” ungkap Leila Imanto Nugroho, pemrakarsa program Everyone is Spesial.

Program yang diluncurkan sebagai bentuk perhatian dan tanggungjawab Dreamlight pada kalangan berkebutuhan khusus tersebut adalah aplikasi Android yang meliputi dua kit.

Kit kesatu dengan isi “Aku Bisa Membaca” dan “Aku Bisa Mengenal Warna dan Bentuk” . Juga kit kedua “Saya Senang Membaca” semuanya untuk anak down syndrome atau anak berkebutuhan khusus.

“Aplikasi ini dapat dicari di Google Playstore dengan kata kunci “Game Bagus” atau “Aku Bisa Mengenal Warna” dan “Aku Bisa Membaca”. Dapat di-download secara gratis,” imbuh Leila Direktur Dreamlight.

Eko Nugroho, suami Leila sekaligus presiden direktur Dreamlight, menambahkan, pihaknya berharap setiap anak berkebutuhan khusus terutama down syndrome akan menjadi kecanduan dengan game “Aku Bisa Membaca”. Sebab game yang sangat sederhana itu terbukti berhasil mengenalkan huruf hanya dalam beberapa hari saja.

“Sekarang ini kan orangtua khawatir anaknya demam game online. Tapi, untuk game bagus khusus down syndrome, kita harus membuat bagaimana orangtua mengatakan ‘Kamu sudah main game belum?’. Karena ini akan berhasil jika tiap hari anak sudah bermain game ini,” ujar Eko.

Peluncuran aplikasi Android untuk ABK ini disambut baik oleh Kepala SLB Negeri Semarang Ciptono. Dia mengapresiasi terobosan dibuat Dreamlight tersebut.

“Ini sangat luar biasa. Kami yang sudah bertahun-tahun mendampingi ABK saja perlu waktu bertahun-tahun untuk mengenalkan satu huruf. Tapi ini sangat luar biasa hanya dalam waktu beberapa hari saja” ujar Ciptono.