Keturunan India Jadi CEO Baru Nokia

Belum sepekan Microsoft resmi mengakuisisi Nokia dengan nilai USD 7,2 miliar atau setara dengan Rp81 triliun lebih, hari ini Selasa (29/4/2014), diumumkan penunjukkan CEO Baru Nokia untuk bidang non-ponsel, yakni Rajeev Suri, seorang keturunan India. 

Dengan begitu, dua perusahaan yang baru saja melebur jadi satu itu, dipimpin oleh dua keturunan berdarah India. Rajeev Suri (CEO Nokia) dan Satya Nadella (CEO Microsoft), juga memiliki darah keturunan India.
Keturunan India Jadi CEO Baru Nokia
Seperti diketahui, Rajeev Suri tergolong orang lama di lingkaran Nokia, yang sejak 1995 bergabung, sukses menjabat sebagai kepala bisnis peralatan seluler di NSN, yang saat itu bernama Nokia Siemens Network, yang merupakan perusahaan patungan antara Nokia dan Siemens asal Jerman. 

Kini, Nokia menujuk Rajeev Suri sebagai CEO Nokia Solutions and Network (NSN), sebuah bidang di luar phone seluler (ponsel).

Pria berusia 45 tahun itu, seperti dikutip Reuters, merupakan lulusan dari  Teknik Elektronika dan Telekomunikasi dari Manipal Institute of Technology India, dan sejak awal mengawali karir di bidang peralatan telekomunikasi.

Tantangan bagi Rajeev adalah disegmen divisi telekomunikasi (NSN) yang akan bersaing keras dengan rivalnya yakni Alcatel-Lucent dan Ericsson. Di Asia, NSN akan bersaing keras dengan Huawei dan ZTE, dari China.
 
Tentu saja, Rajeev harus mampu meraih keuntungan dari bisnis yang dipeganggnya saat ini. Terlebih NSN adalah ujung tombak dari bisnis Nokia sekarang ini. Apalagi bila berkaca dari laporan keungan tahun sebelumnya, keuntungan signifikan diperoleh dari bisnis NSN.

Rajeev berkomitmen, selama di bawah kepemimpinannya, Grup Nokia akan memperkuuat investasi dalam bisnis peralatan jaringan dan teknologi telekomunikasi di segmen korporasi, yang juga meliputi lisensi paten.

Selain Rajeev Suri, nama lain yang ikut bergabung pasca akuisisi dengan Microsoft adalah CEO Nokia sebelumnya, yakni Stephen Elop, kini memegang jabatan sebagai Executive Vice President dari Microsoft Devices Group, plus sejumlah Vice President lainnya ikut bergabung ke Microsoft Mobile Oy, pasca dibelinya Nokia.